Tentang Beli Oleh-oleh

Setiap berangkat haji, pastinya sering saudara dan teman secara sengaja dan tidak sengaja minta dioleh-olehin. Saya ingat pesan ustazah di KBIH saya, beli oleh-oleh boleh, asalkan jangan sampai membebani kita, bahkan sampai menganggu ibadah kita, secukupnya saja. Setuju sekali saya dengan pendapat ini.

Sebenernya kalau mau simple dan tidak repot, di Jakarta terutama di Tanah Abang, bertebaran aneka warna oleh-oleh haji, dan kebanyakan juga asli dari tanah Arab. Bisa dibeli sebagian di Jakarta misalnya. Semuanya kembali ke individu masing-masing.

Oleh-oleh haji yang paling khas tentunya air zam-zam dan kurma, juga bangsa kacang-kacangan. Untuk sajadah, peci dll sebenarnya tidak begitu beda dengan produk negeri sendiri, bisa jadi malah beli di Mekah tapi made in Indonesia :D

Untuk air zam-zam bisa didapat juga di Jakarta, sebenarnya setiap jamaah sewaktu sampai di bandara Sukarno Hatta akan mendapat jatah per orang 5 liter, kalau kami kemaren KBIH kami menyediakan juga, jadi begitu sampai di asrama haji Bekasi, kami dapatkan juga air zam-zam yang sudah kami pesan sewaktu masih di Arab.

Untuk oleh-oleh tsb, mudah didapatkan di Mekah maupun Madinah. Sepanjang jalan menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bertebaran toko-toko yang menjual oleh-oleh tsb. Yang penting memang pintar menawar saja ;;) Pintar-pinta menawar saja, walaupun sebenarnya kalau dibandingkan-pun tidak berbeda jauh. Prinsip ada harga ada rupa berlaku di deretan toko-toko ini.

Kalau tidak mau repot menawar, dengan harga yang pasti (dan tentunya sedikit lebih mahal) bisa belanja di Bin Dawood, swalayan serba ada (sebangsa Carefour, Giant) yang di Mekah dan Madinah terletak tidak jauh dari Haram.

Untuk kurma, yang paling terkenal (dan mahal) adalah kurma ajwa (kurma nabi). Sewaktu ziarah ke tempat-tempat ziarah (masjid Quba, masjid Qiblatain, Jabbal Uhud dlsb) juga banyak penjual oleh-oleh ini.

Kalau saya, karena termasuk kloter terakhir, saya fokuskan ibadah dulu di Armina (Arafah, Mina, Muzdalifah), juga ibadah-ibadah wajib lainnya dulu. Baru setelahnya membeli/menyicil membeli oleh-oleh tsb. Sesempatnya saja, karena prinsip saya seperti di atas.

So, selamat berbelanja :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s