Tentang Obat Penunda Haid

Sebelum pergi, mencoba mencari info tentang perlu tidaknya memakai obat ini. Memang ada 2 pendapat ada yang memakai dengan alasan supaya ibadahnya full disana, ada juga yang tidak memakai dengan memasrahkan segalanya kepada Sang Kuasa.

Saat manasik haji, sewaktu sesi hanya khusus ahwat, ibu dokter kandungan (merangkap dokter suatu biro perjalanan haji juga) menerangkan sisi medis penggunaaan obat ini. Ibu Dokter ini bercerita dari beberapa kali mendampingi jamaah haji blio memakai obat penunda haid dan hasilnya malah selama ibadah haji blio mendapatkan flek dan haid terus menerus.

Intinya selalu ada impact dari penggunaan obat ini, dan ini bersifat individual sekali.

Dari membaca info2 awal ini saya pribadi mantap tidak menggunakan obat ini. Kadang juga masih kepikiran bagaimana kalau waktu wukuf pas mendapatkannya ? bagaimana kalau sewaktu thawaf wada (perpisahan) pas mendapatkannya ? dan bagaimana bagaimana lainnya ?

Bunda Ningrum (DT) juga menerangkan dari sisi pengalaman blio mendampingin jamaah haji. Yang membuat tertegun dan akhirnya memantapkan saya tidak memakai adalah perkataan blio yang kurang lebih begini “biasanya ibu-ibu yang memakai obat memang ingin ibadahnya sempurna, bisa ibadah terus tanpa ada gangguan datangnya tamu bulanan. Tetapi haid adalah kehendak Allah juga, apakah ibu-ibu yakin dengan ibadah full (tidak ada ‘gangguan’ mendapat haid) ibadah tsb akan diterima oleh Allah swt ? akankah ibu yakin haji ibu-ibu mabrur jikalau menurut ibu sudah melaksanakan ibadah full ? Bisa jadi yang mendapat haid, yang ihklas menjalaninya, masih banyak ibadah yang bisa dilakukan selama haid, justru itu yang mabrur ? “

Mak yess rasanya mendengar uraian bunda Ningrum ini, maka bismillah saya mantap memutuskan tidak memakai obat penunda haid. Tentu saja dengan selalu berdoa agar segala ibadah saya dimudahkanNya, doa khusus saya tidak haid selama Wukuf saja (walaupun jika mendapat selama Wukuf, insyaAllah juga akan ihklas menjalaninnya, amiin).

Alhamdulillah, justru haid saya datang seminggu setelah hajian, bahkan sempat mikir apa kebobolan positif hamil ;;)

Allahu Akbar, serahkan semua urusanmu kepada Sang Pencipta, ber-ihktiarlah, insyaAllah semua dimudahkanNya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s