Keberangkatan ke Asrama Haji

30 November 2008

Jam 02:00 kami sudah bangun dan bersiap diri. Kami mandi besar, sholat tahajud, sholat safar dan dilanjutkan berdoa bersama.

Tepat pukul 03:00 kami berangkat, ada Bude Naning dan Uwak Deny, ada makcik dan mbak Yati yang selama ini setia menjadi khadimat kami. Bismillahirohmanirrohim. Baru keluar komplek ternyata jaket seragam Ayah yang tergantung di kamar depan dan rencananya akan dipakai waktu berangkat ternyata ketinggalan, dan kami balik lagi ke rumah mengambil jaket tsb.

Kelak, kami tahu ada tetangga yang sedianya mau ngutabne kepergian kami ternyata waktu tiba di rumah kami sudah telat, eniwe terimakasih bu Tri dan pak Tri, wejangan kemaren dan photo copy doa-doa yang diberikan ke kami sangat bermanfaat buat kami.

Sampai di masjid Deptan tempat jamaah haji DT berkumpul, sudah berkumpul banyak orang, tentu saja pengantar lebih banyak daripada jamaahnya sendiri.

Setelah urusan administrasi selesai, kami para jamaah dikumpulkan di bagian depan. Oh iya selama perjalanan dari rumah kakak tidak henti-hentinya menangis L Waktu kami dikumpulkan di depan ini, kakak juga meronta-ronta minta ikutan dengan bundanya, alhamdulillah akhirnya bisa diberi pengertian.

Setelah sholat Subuh, dan mendengarkan tausiyah dari Aa Gym, kami berbaris menuju bus kami masing-masing yang akan membawa kami ke asrama haji Bekasi. Sebelumnya tentu saja kami berpamitan dengan keluarga masing-masing. Jangan ditanya bagaimana rasanya ? saat menulis ini, 5 bulan dari kepulangan kami-pun, rasanya air mata tak berhenti tumpahnya L

Dan disinilah puncak air matanya kakak, sampai kami di bus pun kakak di luar bus masih menangis meraung-raung. Yang sabar ya kak …. Lucunya dia minta memotret ayah bundanya dari luar bus dengan hpnya, jadi dengan menangis kakak memotret kami, kami-pun yang juga tidak berhenti air mata menangis, berusaha tersenyum buat kakak J

Akhirnya bus kami berangkat di asrama haji Bekasi. Di Bekasi proses administrasi tidak berlangsung lama, salut juga dengan pelayanan Depag. Setelah diberi surat-surat kami (passport, kartu kesehatan, tas pinggang berisi PPPK, tas pinggang dan tas kecil tempat surat-surat), kami ditempatkan di kamar masing-masing. Kami sekamar 10 orang yang memang sudah menjadi kelompok kami.

Di kamar kami berusaha istirahat, diselingi sholat dluhur, ashar, magrib dan Isya di mesjid asrama Bekasi. Bada magrib ada tausiyah kembali dari Aa Gym. InsyaAllah lebih memantapkan niat dan nurani kami untuk berangkat.

Selama di asrama ini, kakak Shafa berkali-kali menelpon sambil menangis, dan minta saya berjanji besok dini hari sewaktu pesawat akan take off dari Jakarta harus telp dan membangunkan kakak dulu. InsyaAllah ya kak, saya hanya bisa menenangkan kakak dan berjanji insyaAllah akan kembali dengan selamat. Tentu saja saya ingatkan kakak yang besok harinya mau UAS (wahhh tidak terbayang juga membayangkan kakak UAS saat-saat seperti ini, insyaAllah pasrah dan mendapat yang terbaik ya kak) dan selalu berdoa buat ayah bundanya.

Sore hari kami siap-siap mandi besar dan menyiapkan baju ikram, untuk niat ikhramnya sendiri akan kami lakukan di atas pesawat kira-kira sudah masuk ke daerah miqat.

Jam 21:15 kami berangkat dari Asrama Haji Bekasi menuju ke bandara, di belakang bis kami duduk aki dan nini yang sudah sepuh, mereka bersama dengan sepasang cucunya. Waktu di bus ini, aki ini kumat sakitnya. Duh rasanya gemetaran mendengar cucu-cucu mereka menenangkan aki ini. Salut buat nini dan kedua cucunya yang tak henti-hentinya mengajak aki ini terus berdzikir menyebut asma Allah (salah satu pelajaran buat kami).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s