Di Bandara, Pesawat, Jeddah, Umroh

1 Desember 2008

Di terminal keberangkatan haji kami dikumpulkan dan harus menunggu lagi, Alhamdulillah proses administrasi berjalan lancar. Waktu tunggu sampai keberangkatan kami jam 02:20, harusnya kami bisa pergunakan dengan istirahat tidur sebaik-baiknya. Namun entah karena bermacam gejolak yang kami rasakan di hati, rasanya mata ini sulit terpejam.

Tepat jam 02:00 kami dipanggil untuk naik ke pesawat, saya menepati janji telp ke kakak biarpun waktu saya berpamitan ke dia dengan setengah tidur kakak menjawabnya dan sempet bilang sesampai di Mekah harus segera telp ke rumah. InsyaAllah ya kak.

Tepat jam 02:20 pesawat SAL yang membawa kloter 80 JKS take off meninggalkan Jakarta. Oh iya waktu berangkat ini kami sudah keadaan ikhram sehingga wajib memperhatikan hal-hal yang bisa membatalkan kondisi ihram, karena kami akan langsung menunaikan ibadah umroh terlebih dahulu begitu sampai di Mekah.

Di pesawat, suami mendapat tempat duduk 11, dan saya sendiri 12. Dan ternyata no 11 dan 12 ini beda baris, suami di ujung kanan, sedangkan saya di ujung kiri baris belakangnya, Dari awal suami sudah bilang nanti bisa tukaran dengan teman, dan alhamdulillah akhirnya saya bisa bersebelahan dengan suami, karena ada 1 bapak yang berkenan pindah ke posisi saya, Jazakallahu khayran ya pak Toto.

kami di pesawat

Di pesawat kami pergunakan waktu sebaik-baiknya, berdzikir, membaca Al quran dan    diusahakan untuk tidur karena setibanya di Mekah insyaAllah kami akan segera menunaikan ibadah umroh.

Alhamdulillah fasilitas di pesawat cukup, makanan yang disajikan juga masih masuk ke lidah kami.

Kira-kira 30 menit sebelum pesawat landing, sesampai di daerah miqot,  kami melakukan sholat niat ihkram, juga mengucapkan niat ikhram. Sejak ini larangan ikram berlaku buat kami. Kami mengambil haji Tamattu, dimana umroh dilakukan begitu kami sampai di Mekah.

Alhamdulillah, jam 07:30 WAS (Waktu Arab Saudi) kami tiba di bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Setelah melewati pemeriksaan 2x. Di pos pertama pemeriksaan administrasi (di photo, di cap jari, di cek passport dll), di pos kedua hanya mencap passport kami saja. Ada kejadian menarik di pos kedua ini, waktu tiba giliran saya dan passport saya sudah distampel, petugasnya berbicara sesuatu kepada saya. Saya yang tidak mengerti bahasa Arab tentu saja hanya geleng-geleng kepala, akhirnya dengan bahasa isyarat dari petugas tersebut saya bisa mengerti bahwa dia menginginkan permen seperti yang sedang saya kunyah saat itu. Saat itu saya memang sedang mengunyah permen jahe (yang insyaAllah sangat berguna selama disana). Akhirnya saya kasih beberapa buah yang saat itu ada di tas kecil saya.

Suami saya yang gilirannya berada di belakang saya, waktu saya selesai keluar dari pos 2 ini saya lihat sudah bergeser ke loket sebelah saya (beda petugas dengan loket saya). Begitu ketemu di luar, dia menunjukkan permen jahe yang dikasih oleh petugas di loketnya dia, dan permen jahe itu adalah sama dengan permen jahe yang saya kasih kepada petugas loket saya.

Subhanallah, sungguh benar janji Allah itu, “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim). Pelajaran lagi buat kami.

suasana bandara Jeddah, tempat istirahat jamaah calon haji bersama 4 sister yang insyaAllah jadi sahabat suka dan duka selama perjalanan ini

Selesai urusan administrasi, saat itu baru jam 10:00, dan kami harus menunggu (lagi) di hall yang besar di luar gedung bandaranya. Alhamdulillah sudah disediakan tempat khusus tiap-tiap kloter, toilet yang banyak tersedia, bahkan ada tempat sholat-nya yang sangat luas. Kembali kami isi waktu dengan berdizikir, berdoa, membaca AlQuran, juga lebih mengenal teman-teman sekelompok kami. Waktu disini, bacaan Al quran saya tepat di surat Al Hajj, Allahu Akbar.

Jam 13:00 kami berangkat menuju ke Mekah dengan menggunakan bus, tiap bus berisi 45 orang (1 kloter), perjalanan yang konon hanya memakan waktu 2 jam-an, molor sampai 3,5 jam. Bus yang kami tumpangi sempat mogok dan harus berganti bus. Kesabaran yang mulai teruji, insyaAllah segalanya kami terima dengan ikhlas dan sabar. Alhamdulillah sampai di maktab kami yaitu maktab 53 di daerah Rusaifah pukul 16:30.

Setibanya di maktab, beres-beres (awas belum boleh mandi loh ya, masih terikat larangan ihkram) dan dikasih waktu untuk istirahat terlebih dahulu. Jam 21:15 kami berangkat umroh ke Masjidil Haram. Karena baru pertama kami ke Haram (sebutan Masjidil Haram), dan kami baru tiba maka disediakan bus besar menuju ke sana. Takbir takmid tak henti kami ucapkan, rasanya sudah tidak sabar melihat pusat dari ibadah sholat umat muslim di seluruh dunia.

Begitu melihat bangunan haram, subhanallah, allahu akbar …. Tak berhenti kami ucapkan, mendekat melihat kubus hitam di tengah bangunan … air mata tambah mengalir. Alhamdulillah, Allahu Akbar terimakasih ya Allah, Kau beri kesempatan kami berkunjung ke KabahMu.

Dengan bimbingan ustaq Wahab dari DT, kami memulai thawaf pada pukul 23:00 dan dilanjutkan dengan sai. Sungguh perasaan yang kami rasakan sulit diungkapkan, rasanya hanya ada kami dan Dia yang Maha SegalaNya. Segala rasa capek, lelah dan kepentingan dunia rasanya sudah tidak berarti lagi. Pukul 01:00 kami menyelesaikan prosesi umroh kami. Alhamdulillah …. Di bukit Marwah kami bertemu dengan beberapa teman sekelompok kami, langsung berpelukan, saling memaafkan dan bersyukur telah bisa melewati prosesi umroh dengan lancar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s