Speechless …

Itu yang saya rasakan sejak awal bulan ini, menjelang keberangkatan pertama kloter jamaah haji dari Indonesi. Rasanya air mata ini selalu mudah bercucuran semakin mendekati hari keberangkatan kami insyaAllah.

 

Di mulai pas ada arisan ibu-ibu RT di rumah saya tanggal 1 Nov yang lalu. Bu Erhan, ketua arisan yang Alhamdulillah juga berangkat haji tahun ini, awalnya yang berpamitan ke ibu-ibu. Saat bu Erhan berbicara, air mata saya sudah tumpah ruah. Saat saya diminta mengucapkan sepatah dua patah kata, kata-kata yang sudah saya susun di kepala saya langsung lenyap tak berbekas, yang ada hanya sesengukan tangisan saya L

 

Sungguh, sulit seperti yang saya bayangkan, untuk mengucapkan kata-kata pamitan itu, dengan terbata-bata akhirnya saya bisa juga, intinya kami minta maaf, mohon doanya buat kami, juga titip anak-anak selama kami insyaAllah pergi nanti (bagian ini memang yang paling banyak menguras air mata saya), sekarang pun nulis seperti ini air mata saya sudah mengembang L

 

Kemudian tanggal 6 Nov, saat bu Erhan, tetangga beda 1 rumah dengan saya, berangkat duluan ke tanah suci. Sebelum ke kantor, kami menyempatkan diri ke rumah blio. Huhuhu … sampai sana bu Erhan baru sesengukan menenangkan anak-anak mereka. Duh speechless saya, cuma bisa ikutan sesengukan sambil berdoa semoga ibadah mereka dilancarkan oleh Allah.

 

Sehabis itu, setiap baca informasi haji di Koran, internet, selalu membikin merinding, bahkan tanpa sadar bercucuran air mata.

 

Saat chatting dengan sahabat saya yang satu kloter dengan saya-pun, kami bisa saling sesengukan, padahal cuma sharing persiapan kami, juga tentang anak-anak kami. Pun saat makan siang dengan mba Selvi, saling curhat mendekati hari keberangkatan kami, air matapun ikutan mengembang.

 

Dua minggu yang lain, sahabat di kantor saya, menge-buzz via YM, dia menanyakan perlengkapan saya apa yang kurang, karena dia bingung pengen memberi sesuatu buat saya. Sungguh …. Baru ditanya begitu saja, air mata saya langsung mrebes mili … sungguh baik perhatian sahabat-sahabat saya.

 

Juga minggu lalu, seorang rekan kerja saya, yang  sungguh saya segani karena secara ilmu agama maupun kantor beliau sangat mumpuni, tanpa saya duga memberi sesuatu buat kami, buat bekal nanti disana, insyaAllah sangat berguna nanti disana. Duh … bener-bener membuat saya speechless L

 

Juga perhatian dari sahabat-sahabat saya yang lain … sungguh membuat minggu-minggu ini buat saya mellow …. Terimakasih ya Allah, terimakasih Kau berikan sahabat-sahabat yang sangat perhatian buat kami.

 

Menjelang 10 hari keberangkatan kami, memang rasanya sudah tidak karuan, rasa rindu segera menuju rumah Allah rasanya tidak tertahankan, apalagi saya sering menerima sms dari bu Erhan, tetangga saya, bagaimana situasi disana. Di sisi lain, Shafa, sulung saya, sudah seminggu ini hampir tiap malam menangis sesengukan setiap mau tidur. Yang tabah ya nak, insyaAllah kalian selalu dijaga Allah, Sang Maha Kuasa, selama ayah dan bunda pergi nanti. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s