Tentang Raudah

Raudah adalah taman-taman surga, terletak di dalam Masjid Nabawi. Sejarah tentang raudah dan masjid ini pasti sudah banyak ceritanya.

Cerita dan pengalaman yang mengerikan, bagaimana susahnya menuju raudah ini sering kami dengar dan baca sebelum berangkat. Waktu pagi pertama di Masjid Nabawi, sehabis sholat Subuh kami ikut antri untuk menuju ke Raudah. Khusus untuk ahwat/perempuan saat itu dibuka 3 kali sehari, sehabis Subuh sampai jam 11-an, sehabis sholat Dluhur sampai sebelum Ashar dan sehabis sholat Isya sampai jam 11 malam.

Tiap-tiap Negara membuat kelompok sendiri-sendiri dan dijaga oleh askar-askar perempuan. Sebenarnya bisa saja misalnya orang Malaysia yang gabung ke Indonesia, juga sebaliknya karena rumpun yang sama sehingga perbedaan fisik tidak menyolok. Kalau semisal orang India atau orang negro gabung ke Negara Asia biasanya di’usir’ oleh askar untuk kembali ke Negara/kelompoknya masing-masing.

dibawah kubah hijau ini terdapat makam Rosulullahdi masjid Nabawi

Pagi itu pengalaman menunggu ke raudah yang terlama, saat itu saya bersama teman berada di bagian luar dari pintu pertama masuk ke Raudah, sehingga mendapat giliran agak siangan. Besok-besoknya sesudah mengetahui kami kalau berencana ke raudah sengaja datang lebih duluan dan mengambil tempat di depan (pintu pertama ke raudah, yaitu pintu pemisah jamaah ikhwan dan akhwat). Biasanya selama antri ini ada ceramah dari petugas Kedutaan masing-masing Negara, sehingga misal kami dari Indonesia bisa mendengarkan ceramah keagamaan dengan bahasa Indonesia. Alhamdulillah.

Biasanya begitu pintu terbuka, semua jamaah berlari dan berhamburan masuk menuju ke raudah. Hal yang kami pelajari adalah, tetaplah jalan seperti biasa sambil berdzikir dan bershalawat, raudah tidak akan kemana-mana sehingga kita tidak perlu berlarian yang seringkali ‘menyakiti’ jamaah lainnya.

Begitu di depan Raudah (biasanya atapnya terbuka) dan dihalangi oleh pintu kayu geser, biasanya kami masih mengantri lagi, menunggu giliran yang di dalam Raudah keluar/selesai beribadah. Biasanya askar akan mengusir jamaah yang berlama-lama di dalam raudah.

Biasakan juga misalnya niat ke raudah untuk sholat jamaah 2 rekaat dan berdoa, ya lakukan sesuai niat awal kita. Kadang rasa serakah akan muncul, bila mana askar tidak melihat dan tidak mengusir kita  sehingga kita akan menambah dan terus menambah berlama-lama di raudah. Padahal jamaah lainnya yang antri di belakang kita biasanya masih berjibun.

Itu pesan yang kami dapatkan dan berusaha kami jalankan, walaupun tentu saja pasti keinginan untuk berlama-lama selalu ada. Selama tidak mendholimi dan merugikan orang lain mungkin tidak apa-apa ya, WallahuAlam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s