Posted by: shafamarwah | September 23, 2011

Merindu Sangat

Ya Allah,
Rindu kembali ke tanahMu begitu mendera
Ijinkan dan mudahkanlah langkah kami ya Allah

3 tahun yang lalu
Begitu indah perjalanan itu
Atas kuasaMu

Tahun ini, melihat dan mendengar persiapan teman-teman yang akan berangkat, sungguh membuat hati ini mendera rindu
Rindu kembali ke rumahMu

Rindu yang insyaAllah tidak pernah padam di hati kami

Amiiin

Ps selamat jalan sahabat2 bunda, insyaAllah menjadi haji dan hajjah mabrur, selamat menikmati jamuan Allah yang luar biasa nikmatnya, insyaAllah dilancarkan semua ibadahnya, amiiiin

Posted by: shafamarwah | April 30, 2011

Kembali ke Tanah Suci

Allah sungguh Maha Baik.
Rejeki diaturNya bisa dari mana saja asalnya.
Alhamdulillah, rindu kami ke tanah suci terobati, walaupun ayah saja yang berangkat.
Alhamdulillah 7-16April ayah diberi rejeki melaksanakan umroh bersama rekan-rekan kantornya.
Terimakasih ya Allah, sungguh Kau tahu yang terbaik buat kami.
Semoga ibadah ini menambah rasa keimanan kami, amiin.

InsyaAllah kami bisa berkunjung kembali ke rumahMu bersama keluarga, amiiin ya robbal alamin.

Posted by: shafamarwah | November 10, 2010

MerinduMu

Rinduku pada Baitullah-Mu ya Allah

Rinduku pada kabah-Mu ya Allah

Rinduku pada Mekah-Mu

Rinduku pada Madinah-Mu ya Allah

Rinduku pada Mina-Mu

Rinduku pada Arafah-Mu

Rinduku pada Muzdalifah-Mu ya Allah

Rinduku pada Raudhah-Mu ya Allah

Rinduku pada putaran thawaf-Mu ya Allah

Rinduku pada putaran sai-Mu ya Allah

Rinduku pada ikhramMu ya Allah

Rinduku pada haji-Mu ya Allah

Rinduku pada umroh-Mu ya Allah

Ampuni segala dosa kami ya Allah

terima amal ibadah kami ya Allah

Undang kami kembali ya Allah

Lancarkan rejeki yg halal untuk kembali

Mudahkan segala urusan kami untuk kembali

Menikmati jamuan-Mu yang sungguh indahnya

Menikmati setiap detik ibadah di Baitullah-Mu

Amin amin amin ya robbal alamin

~mengenang 2th jamuan yg sunguh luar biasa indahnya dari Sang Maha Segala

~sungguh, hati merindu untuk bisa kembali

Posted by: shafamarwah | October 22, 2009

Catatan Perjalanan Menuju Rumah Illahi

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika lasyarikalaka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmuka. Lasyarikalak.”

Sebentar lagi kloter pertama haji 1430H akan segera diberangkatkan, rasanya mendatangi walimatussafar di kantor, membaca berita-beritanya di media membuat hati ini berdebar-debar, Sungguh kami merindu saat-saat di rumah-Mu ya Allah … ijinkan dan mudahkanlah kami untuk kembali lagi. Amiin.

Setahun yang lalu, perasaan tak menentu semakin mendera seiring dengan semakin dekatnya keberangkatan kami ke tanah suci. Bulan-bulan sebelumnya dari membaca buku, google segala macam berbau haji, manasik haji, seminar esensi haji sampai manasik qubro telah kami jalankan. Rasanya persiapan itu masih kurang saja, seperti kata pepatah : semakin kita tahu maka kita akan sadar bahwa semakin banyak yang kita tidak tahu.

Dari membaca buku, rasanya masih blank apa itu thawaf, sai, dlsb. Rasanya apa yang saya baca masih di awang-awang. Mulai bertanya juga kepada sahabat dan teman yang alhamdulillah sudah melaksanakan ibadah haji, insyaAllah lebih mendapat pencerahan. Kemudian mengikuti marathon manasik haji tiap minggu selama 2 bulan, oh jadi begitu … Gumam saya mengiyakan penjelasan para ustad DT sembari mengingat-ingat apa yang telah saya baca. Kemudian waktu mengikuti seminar esensi haji, ohh … Jadi begitu ya ? Oh … oh saya yang lain berguman lagi begitu tahu apa esensi dari setiap prosesi haji tsb. Waktu hari H selama di tanah suci, oh oh saya yang lain juga masih bergumam lagi … :) Intinya sampai melihat dan mengalami sendiri, apa yang telah saya pelajari baru menyerap dalam di hati :

Selama proses pembelajaran sebelum berangkat, untuk google saya lakukan kapan saja ada waktu longgar. Saya sampai melihat detail setiap photo yang dipakai para muslimah selama ibadah haji, seperti apa itu? Ya walaupun teori dan info juga sudah banyak saya dapatkan. Satu hal saat itu yang menganjel di hati saya, saya pengen tahu detail dari hari ke hari selama di sana itu apa dan ngapain saja. Ada beberapa blog yang saya temukan, bahkan saya sempat berkomunikasi dengan pemiliknya, semuanya itu lebih untuk membuat saya mengerti detail segalanya, insyaAllah.

Dari pengalaman itu, saya berjanji pada diri sendiri, insyaAllah sepulang ibadah haji, saya ingin membuat blog diary saya selama ibadah haji. Sebenarnya sejak kecil saya suka menulis diary, bahkan 2 tahun lalu sempat menulis perkembangan anak-anak saya via blog, sayang sekarang mati suri :(

So, here is it … Catatan Perjalanan Menuju Rumah Illahi, sudah melewati target yang saya tentukan sendiri. Sebenarnya menulisnya sudah sejak bulan Feb yang lalu, tapi entahlah karena malas pastinya sekarang baru selesai saya upload. Tentunya ini benar-benar catatan/diary versi saya, dengan gaya bahasa semampu saya. Jauh dari kata sempurna dan tentunya banyak kekurangan/kesalahan. Kritik/saran dan insyaAllah perbaikan dan penambahan akan selalu saya lakukan.

http://shafamarwah.wordpress.com

Mengenai nama catatan ini, terinspirasi oleh perjuangan Siti Hajar yang berjuang mencari setetes air buat putranya nabi Ismail. Sungguh rasanya perjuangan saya sewaktu melahirkan anak pertama saya tanpa didampingi suami tiada artinya (walaupun dulu rasanya jadi ibu paling mellow sedunia, hiperbol banget ya ? :) dibandingkan perjuangan bunda Siti Hajar yang berlari-lari di tanah gersang sebanyak 7 putaran dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Alhamdulillah nama anak pertama kami juga Shafa, insyaAllah kalau diberi kepercayaan anak ketiga kami nanti perempuan lagi, bisa diberi nama Marwah :)

Jazakamullah khasyra kepada keluarga besar saya (bapak, Ai, papa, mama, semua kakak dan adik) yang selalu mendoakan kami dan menjaga anak-anak kami selama kami tinggal 40 hari, semua pihak KBIH DT, Aa Gym selaku ketua KBIH dan segala tausiyahnya selama disana- yang sederhana tetapi selalu mengena di hati dan membuat air mata tiada berhenti, ustad Wahab dengan segala ilmu selama manasik, bimbingan selama sebelum dan selama di tanah suci, kloter 80 JKS terutama kelompok 3 dengan karom yang luar biasa sabar dan baiknya pak karom Ujang Karim, semua saudara di kelompok 3 (pak Probo, mba Hesti terimakasih sekali atas persaudaraan, bimbingannya kepada kami, sungguh sangat ngemong kepada kami, mba hesti mba Selvi mba Hanni- tetangga tidur dan sister saya- juga 23 sisters (mba Tiwi, mba Yanti,  mba Elphi, Bu Ida dan mba Ida, bu Elly, mba Sese, mba Ratih, mba Anis, bu Soraya, bu Leda, bu Suryati, bu Tuti, bu Indari, mba Ningsih, embah,  Enin) yang luar biasa di maktab 747, sungguh sekamar 23 sister selama di tanah suci penuh kenangan indah ya sis,  Pak Yayan- Jazakamullah khasyra atas beberapa photonya yang saya comot buat kelengkapan blog ini, terimakasih atas persaudaraan kita selama ibadah di tanah suci, insyaAllah silaturahim ini tetap terjalin selamanya.

Sungguh suatu perjalanan yang sangat luar biasa. Allahu Akbar, dengan segala KuasaNYA lah kami diijinkan pergi dan mengalami hal-hal yang sungguh luar biasa indahnya. Beribu-ribu kata mungkin tak cukup mewakili mengungkapkan semua yang kami rasa, jalanin dan kami simpan di hati dan pikiran kami. Candu .. Sungguh menjadi candu kami untuk kembali ke tanah suci, candu yang berubah menjadi rindu yang mendera setiap saat … Apalagi tahun ini kloter pertama segera diberangkatkan … Sungguh keinginan sebelumnya untuk keliling Eropa misalnya sudah tidak begitu menjadi candu lagi, candu ke tanah suci lebih kuat .. Mendera setiap saat.

Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, mohon maaf atas segala kesalahan, diary ini terutama saya khususkan buat kami sendiri, sebagai pengingat perjalanan yang sungguh luar biasa, buat anak-anak kami, ini warisan bunda buatmu naks, insyaAllah kita semua diberi kesempatan untuk pergi dan kembali mengunjungi tanah suci. InsyaAllah juga bisa berguna buat semuanya. Amin amin amin ya robbal alamin.

Posted by: shafamarwah | October 16, 2009

Hari Terakhir di Madinah

8 Januari 2009

Selesai sudah ibadah kami selama 38 hari di tanah suci, alhamdulillah ya Allah, semoga Kau terima segala ibadah kami, Kau undang lagi kami di Baitullah.

Hari Terakhir di Madinah


jam-jam terakhir di Madinahmasjid Nabawi
di lobby hotel, menunggu bus jemputan ke bandara Jeddahpesawat yang membawa kami pulang

Seperti halnya thawaf wada sebagai perpisahan di Mekah, berkunjung ke Raudah yang terakhir kali, berpamitan kepada Baginda Rasul, panutan kita semua, rasanya air mata tiada berhenti bercucuran.  Selamat tinggal tanah suci, semoga kami dipertemukan kembali. Amin amin amin ya robbal alamin.

Posted by: shafamarwah | October 16, 2009

Tentang Meninggalkan Anak

Kalau membaca catatan ini, sebelum keberangkatan, pasti bisa merasakan betapa hal yang terberat saat berangkat adalah meninggalkan anak-anak. Mesti sudah berusaha pasrah, ihklas bahwa semuanya milik Allah, maka titipkanlah semuanya kepada Sang PemilikNya.

Bismilillah, akhirnya sebelum berangkat kami insyaAllah pasrah dan ihklas meninggalkan anak-anak, walaupun minggu pertama memang tantangan terberat, baik buat anak-anak maupun kedua orang tuanya (terutama bundanya :(().

Dua minggu setelah kami pergi, kakak sudah jarang mau terima telp atau membalas SMS. Padahal 3-5 hari pertama ditinggal masih sering miss call atau SMS. Baca kembali catatan tanggal 30 November 2008, sewaktu keberangkatan kami, sungguh sampai mau naik pesawat-pun Shafa masih minta ditelp (jam 2 dini hari).

Ditanya sama makciknya (budenya, yang menunggu anak-anak selama kami pergi), kenapa kakak jarang mau menerima telp/sms bunda. Kakak menjawab “itu trik makcik, biar ga kangen bunda”. Waktu bundanya menanyakan ide dari mana pikiran tsb, kakak menjawab via sms “Ya dari otak dong bunda, masak dari tenggorokan” .. duh kakak kakak …

welcome card dari kakak Shafawelcome card dari kakak Shafa

Setelah melewati semuanya, kami bisa menyimpulkan, memang hanya dengan kepasrahan dan keihklasan insyaAllah semua bisa terlewati. Seminggu setelah disana, kami tidak merasakan kangen yang mendera (bukan tidak kangen loh ya >:D<), tapi insyaAllah sudah melupakan apa-apa yang kami tinggal, lebih mengfokuskan diri untuk ibadah.

Tapi memang, mengatakan hal ini tidak semudah menjalaninya ;;), tapi insyaAllah dengan menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta, semua jamaah bisa melewatinya, amiin.

Posted by: shafamarwah | October 15, 2009

Tentang Perlengkapan yang Dibawa

Berikut list lengkap (malah super lengkap :)). Sebenarnya tidak semuanya harus dibawa, hanya sebagai pertimbangan saja. InsyaAllah segala kebutuhan kita juga mudah didapatkan di tanah suci. Tinggal bekal Real-nya saja yang dibanyakin ;;)

Satu hal yang sangat berkesan buat saya tentang baju sehari-hari untuk beribadah di tanah suci. Saya ingat sekali perkataan bunda Ningrum, sewaktu manasik haji khusus keputrian (membahas segala hal tentang persiapan perempuan yang berhaji), untuk baju usahakan warna yang gelap, tidak menyolok dan bila memakai celana panjang atasannya yang panjang sampai lutut.

So, kecuali keperluan baju ihkrom, saya membawa baju gamis 3 buah dan semuanya warna hitam. Awal-awal memakai gamis tsb, teman-teman saya sering bertanya “belinya dimana nih ? enak nih bahannya bla bla bla”. Banyak yang mengira gamis itu saya beli di tanah suci, padahal saya bawanya dari tanah air. Dan dengan tidak saya sengaja (alhamdulillah) bahannya semua anti kerut, so saya tidak pernah setrika gamis-gamis saya tsb selama di tanah suci :D.

gamis kesayangan saya :)

Alhamdulillah, selama sehari-hari beribadah ke Masjidil haram, saya cukup memakai gamis tsb, bergo/jilbab panjang (menutupi dada) plus kaos kaki yang tidak ketinggalan. Cukup praktis menurut saya.

Tetapi, sebaik-baiknya bekal adalah bekal taqwa, amiin.

Item Jumlah Catatan

1

Alat Mandi dan Cuci
Sikat gigi

2

buah
Odol

1

buah
Shampo

20

sachet
Sabun Mandi

2

buah
Rinso

10

sachet

2

Kebutuhan Badan
Cukur Jenggot

1

buah
Blade cukur Jenggot

2

buah
Rexona

1

buah
Minyak wangi

1

buah

3

Kebutuhan Daily
Celana dalam kertas

45

buah
Handuk kecil

2

buah
Handuk Sedang

2

buah
Syal DT

1

buah dari DT
Sepatu Sandal

1

pasang dipakai
Sandal Jepit

1

pasang
Tas pinggang

1

buah dari DT
Pengait kaca mata

2

buah 1 dipakai
Sprayer

1

buah penghalau panas
Masker

6

buah
Tissue kecil

4

buah
Payung kecil

1

buah

4

Alat Tulis
Bolpoint

1

buah
Spidol

1

buah
Lakban

1

buah
Buku tulis

1

buah

5

Perlengkapan Ibadah
Al Qur’an

1

buah
Sajadah

1

buah
Sarung

2

buah
Kain Ihrom

2

stel 1 stel di tas tentengan
Baju Koko

6

buah
Tasbih

1

buah

6

Kantongan
Kantong sandal

1

buah dari DT
Kantong kresek

10

buah
Kantong batu

1

buah dari DT

7

Clothing
T-shirt berkantong

4

buah
T-shirt biasa

2

buah
Celana panjang kain putih

4

buah
Kaos panjang DT

1

buah
Kaos biasa

3

buah
Celana kain hitam

3

buah
Celana dalam

4

buah
Celana pendek

2

buah
Kaos kaki

2

buah
Sapu tangan

3

buah
Jaket

1

buah
Jaket seragam

2

buah satu dipakai
Sabuk

1

buah dipakai

8

Perlengkapan Maktab
Sendok/garpu set

1

set
Gunting

1

buah
Tali jemuran

10

meter
Steker traveling

1

buah
Steker 3 lubang

1

buah
Gelas tupperware

1

buah
Kotak tupperware

1

buah
Karet gelang

20

buah ditas pinggang
Seprei dan sarung bantal

1

set
Alat cuci

1

buah
Jepit jemuran

10

buah
Abon secukupnya
Bumbu pecel secukupnya
Kurma secukupnya
Sambel secukupnya
Kecap secukupnya
Indomie goreng secukupnya

9

Koper dan teman2nya
Kunci gembok kecil

2

buah
Kunci gembok tas pasport

2

buah
Tas rangsel

1

buah
Tas pasport

1

buah dari DT

10

Handphone
HP Startech

1

buah
Charger

1

buah
Baterai

2

buah

11

Obat-obatan
Panadol

2

buah
Stop Cold

2

buah
Diatabs

8

buah
Promag

2

pack
Obat Masuk angin

2

pack
Obat Gosok

1

buah
Handyplast

1

pack

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.